Entries Tagged 'sosial' ↓

Menyelisik Selera Musik

KALAU saya jadi preman, saya akan total menjalani peran kehidupan saya sebagai seseorang yang ditakuti masyarakat. Tampang sangar, tato seluruh badan, tukang palak, atribut lengkap sehingga jiwa raga saya preman banget. Imej itu bener-bener akan saya jaga.

Jangan seperti mas pembunuh berantai itu ya, masak atut ama kecoa. Dikit-dikit kangen minta ketemuan dengan si Snoopy nya itu. Minta kue sus lah, jus duren lah, minta dibeliin baju Lebaran lah. Ora sembodo! Ah! Soul of pembunuhnya tu ndak ada banget tauk. :P

Suatu hari di terminal lama Umbulharjo, saya sedang menanti bus langganan. Lama banget ndak datang-datang. Mata menerawang ke setiap sudut terminal. Sresettt…! Dari arah 110º24’19” - 110º28’53” BT dan 07º15’24” - 07º49’26” LS terlihatlah sesosok pria sangar.

Tampang kelam, full brewok, tato tengkorak di lengan, celana jeans rombeng dan…bentar-bentar… Continue reading →

Sesekali Tak Berjudul

PAGI yang menyenangkan. Perlahan saya berjalan ke kamar mandi untuk sekedar membuang air seni. Tak ada kebiasaan minum kopi, teh, susu hangat plus diselingi baca koran pagi. Cukup air putih.

Hari ini saya mengantri. Antrian panjang di sebuah bank yang sangat mandiri itu. Bukan untuk merampok atau pun menabung. Sama sekali bukan. Sekadar menghamburkan Rp.85.000,- untuk memperpanjang usia blog ini. Ah ternyata sudah dua tahun.

Kata orang bijak antrian itu harus dinikmati. Seperti menikmati kopi, sedikit demi sedikit, seseruput kehangatan yang nikmat. Giliran itu pasti datang! Proses! Continue reading →