Entries Tagged 'radio' ↓

Cowok Gemini di Gubug Derita

SEORANG penyiar radio mengeluh karena sudah jarang −nyaris tidak ada lagi− pendengar yang mengirim surat pembaca via pos. Zaman berubah, era sms, email telah menggantikannya.

Ada suatu masa dimana saya mengalami kirim-kiriman salam −ya! salam-salam yang itu− lewat secarik kertas. Norak ya?

Sebuah radio malahan mengambil untung dengan menjual kertas khusus salam-salaman. Bagi yang tidak memakai kertas tersebut berarti salam-salamannya tidak akan dibaca. Curang!

Lalu saya geli kalau mendengar kembali gaya salam-salaman era dulu. Salam jitak, lam kompak slalu, kirim salam bwt Feri yang kiyut dsb.

Era yang lebih jadul tentu akan berbeda. Cewek Virgo di Lembah Penantian kirim buat Cowok Aries di Gubug Cinta, monitor radio blablabla. Continue reading →

Antena Patah Jadi Dua

SEBENARNYA lebih enak jika mendengarkan radio dengan memakai radio yang sebenarnya, bukan radio baterai apalagi radio jadi-jadian. Selain lebih jelas dan jernih, fasilitas nya pun jauh berbeda dibandingkan kedua jenis radio tadi.

Tapi berhubung banyak alasan dan prinsip yang kuat tentang penghematan listrik *mengikuti anjuran pemerintah*, maka kedua radio tadi menjadi alternatif yang tidak dapat dielakkan lagi *haiiyahhh ciat..ciatt* Apalagi kalo pas listrik mati,nafsu dan birahi untuk mendengarkan musik nggak bisa berhenti begitu saja. Dan benda tersebut dapat mewujudkan nafsu duniawi tersebut.

Berhubung sering dipakai, diputer tiap malem, ditidurin, dijambak, dipeluk ataupun tidak sengaja ditimpa badan berlemak ini *narohnya di tempat tidur sihh…!*, maka nggak tahu kenapa antena kecil nan tidak menggemaskan pada radio baterai tersebut SELALU PATAH !!! Krraakkk…! Walhasil daya tangkap prekuensi nya pun terganggu…ssshhhhhhhhhhh….!

Tapi eiitt..eiitt…ternyata sudah ditemukan penemuan yang bener-bener baru untuk mengatasi masalah tersebut. Perhatian ! Ini bener-bener penemuan terhandal di ujung tahun 2006 dan diprediksi bakal menggeser pemberitaan ME & YZ *bukan kependekan MEggY Z* Saya berencana akan mendaftarkan hak patennya sebagai kekayaan intelektual saya *dusta nista dan nestapa*

Lantas seperti apa caranya? Continue reading →