
IKLAN Soetrisno Bachir – Tanpa iklan pun saya sudah kenal kok Pak. Bukan. Bukan karena Bapak ketua umum sebuah parpol.
Tapi dulu itu kan Bapak sering nongol di inpotemen. :P

IKLAN Soetrisno Bachir – Tanpa iklan pun saya sudah kenal kok Pak. Bukan. Bukan karena Bapak ketua umum sebuah parpol.
Tapi dulu itu kan Bapak sering nongol di inpotemen. :P


METRO TV mengganjar Megawati sebagai wanita paling berpengaruh di Indonesia. Beliau ada di posisi pertama. Posisi di bawahnya memang di pegang oleh nama-nama yang tak jauh-jauh dari lingkup dunia politik.
Saya yakin pengaruh beliau tidak hanya dalam politik saja tapi juga dalam seni tato. Tidak hanya wanita tapi juga pria.
Dan fenomena itu akan semakin menggila pada 2009 mendatang dengan semakin banyaknya orang yang membuat tato tahi lalat di bawah bibir…
Rano Karno pantas iri menghadapi fenomena tersebut. :)
© Ilustrasi: Entah!

CUUKUR kumisnya sekarang juga, sekaraaangg juga, sekaarangg juga!
Selamat buat Jakarta dengan kumis barunya! <:-P

MARI bersakit-sakit ria…lalala
Fiuhhhh…penyakitku kambuh ! Waduh !
Panu, kadas, kurap, sakit gigi ? Semua bisa jadi alesan paling bikin geli.
Harus segera ditindak ? Tul ndak ?
Sebelum sakit gigi berubah menjadi penyakit hati. Lalu mati.
Hiiiiii… :D
PADA generasi Bung Karno, musik yang hingar-bingar aka musik ngak ngik ngok dilarang keras dan para musisi yang memainkannya dipenjara. Koes Bersaudara salah satu korbannya. Bang Rhoma pun ‘mempersembahkan’ lagu Haram nya buat masa tersebut “Kenapa semua yang enak-enak itu dilarang…”
Zaman Pak Harto beda lagi. “Pengalaman masa lampau mengajarkan bahwa kesulitan apa pun yang dihadapi, bangsa Indonesia melewatinya. Dengan bekal itu, kita percaya badai pasti berlalu…” *)dari Kompas. Sehingga lagu Badai Pasti Berlalu menjadi soundtrack periode ini, walau badai itu masih belum berlalu sampai sekarang.
Banyak kemajuan yang didapat dalam periode Pak Habibie. Bahkan kalo kata orang cenderung sangat maju alias kebablasan. Salah satunya adalah lepasnya Timor Timur dari NKRI. Tak lain dan tak bukan, lagu yang tepat untuk beliau adalah Hilang Permataku…“Hilang Permataku, hilang harapanku…yang kupupuk sejak dulu kala…”
Diam adalah emas. Diam adalah Megawati Soekarno Putri. Dan grup band Potret nggak mau diam untuk menyanyikan lagu Diam nya “Kau marah padaku, aku diam. Kau maki diriku, aku diam.” Diam, diam dan terus diaammm…
Gus Dur. Simpel, nggak mau neko-neko dan selalu dikelilingi guyonan yang bisa jadi bumerang bagi dirinya sendiri. Sehingga saat Pak Dhe Chrisye menyanyikan lagu Untukku “Walau ke ujung dunia pasti akan kunanti…Meski ke tujuh samudera pasti ku kan menunggu”, Gus Dur langsung menyahutnya dengan “Gitu aja kok repot!”
Lupakan romantisme ala Pelangi Di Matamu nya Jamrud “Ada pelangi di senyummu yang membuat lidah ku gugup tak bergerak….” Walaupun intro awal lagu ini juga bisa dinyanyikan buat Pak Harto “Tiga Dua tahun. Aku berkuasa. Untuk siapa. Ya untuk keluarga, bukan rakyat jelata. Aku kaya raya” Periode SBY identik dengan banjir. Bukan monopoli air semata tapi juga berlaku buat bencana, korupsi, air mata dsb. Kira-kira lagu apa ya yang tepat buat periode ini ?