”Wah ngawur itu. Cari penyakit saja. Wah minta digebuki orang itu,”
—KH Sholahuddin Wahid
ANDAIKAN saja saya ini bertemu dengan si pembuat “kartun nabi” itu, dia pasti sudah tersenyum lebar puas gembira tertawa hahaha. Sekian persen tujuannya telah tercapai.
Bagaimana tidak? Dia telah berhasil membuat seorang mantan Ketua PBNU untuk (mempunyai niat) berbuat suatu tindakan atau perilaku kriminal:nggebukin orang! 
Agaknya jarang ya tokoh nasional yang mampu bersikap elegan nan menawan dalam menanggapi suatu kasus.

TUBUH saya yang tinggi semampai (bak model) ini acap kali dimanfaatkan oleh teman yang beraliran oportunisme. Sewaktu upacara bendera (dulu) banyak teman yang berusaha berlindung (dari panas matahari) di bayangan tubuh saya. Berebutan mengambil posisi di belakang si jangkung.
Ketika upacara selesai, mereka pun tak lagi “berteman” dengan saya.
Memilik tubuh yang tinggi (plis! bak model ya. plis!) bukan berarti saya setuju dengan iklan-iklan (susu, vitamin dll) yang seolah-olah mengukuhkan manusia bertubuh tinggi jauh lebih trendi daripada manusia bertubuh pendek. Ndak 100% mesti begitu kan?
Bukankah provokasi semacam itu tak ubahnya iklan pemutih wajah yang memposisikan kulit putih jauh lebih canggih daripada kulit hitam?
© Foto: http://www.antaraphoto.com