TERNYATA Cinta Laura hanya dijual seharga Rp.49.500,- saja. Ck ck ck ck. *prihatin :P*

BONUS: Alis Ayin dan Celana Pak “D”
Posts Tagged ‘konsumen’
Mulai Dari Tengtop Sampai Gaun Sandra Dewi
Sunday, February 22nd, 2009Inspirasi Biskuit Ritz
Tuesday, December 16th, 2008ADA sebuah kalimat pada kemasan biskuit Ritz yang tak sengaja saya baca. Letaknya persis di bawah kalimat yang menjelaskan komposisi bahan pembuatan biskuit tersebut.
DIPRODUKSI PADA PERALATAN YANG JUGA MEMPROSES BISKUIT YANG MENGANDUNG KACANG DAN WIJEN
Dalam kasus yang berbeda, beberapa oknum pedagang makanan bergenre gorengan (tahu isi, kentaki dsb) bisa juga lho menerapkan hal yang sama.
MAKANAN INI DIGORENG DENGAN MINYAK GORENG YANG SEBELUMNYA TELAH DIPAKAI DI RESTORAN CEPAT SAJI
Saran saya sih pake spanduk gitu dan dipasang di gerobak dagangan mereka. Kalau mau ditambahin glitter dan lampu-lampu kecil nan lucu juga bisa kok. :P
Alis Ayin dan Celana Pak “D”
Monday, July 21st, 2008Hey bow! Kemenong aja nek? Aih ganti deh tuh model alisnya. Udah gak tren alis ala KD. Lambreta bambang deh jij. Sekarang tuh ya semua rame-rame pake model alis ala Artalyta Suryani! :-*
—Oknum kapster salon X
ZAMAN sinetron Tersanjung dulu, ibu-ibu di tempat saya dihebohkan oleh tren busana yang oleh bahasa mereka disebut dengan daster Tersanjung. Tentu saja hal itu mengacu pada busana daster yang kerap dipakai oleh Lulu Tobing, sang pemeran utama.
Tak melulu soal busana, tren juga merembet ke dalam hal gaya bicara, rambut dan pernak-pernik yang melengkapinya. (more…)
Pernikahan Ala Sinetron #2
Saturday, March 29th, 2008
SUDAH hampir satu tahun dari sejak pertama kali saya membaca iklan tersebut. Dan beberapa waktu lalu saya menjumpainya lagi, ternyata masih dengan format yang sama sekali tidak berubah.
Demikian pula dengan pendapat saya yang tidak berubah dari pendapat sebelumnya.
Saya tidak mau ada adegan tampar pipi oleh mertua, lempar piring dan peristiwa over dramatis lainnya dalam pernikahan saya, nanti. :))
Nama Saya Feri
Saturday, November 17th, 2007
SEBERAPA kuat Anda mampu mengingat nama orang yang baru saja berkenalan, untuk kemudian Anda sebutkan beberapa waktu kemudian jika bertemu dia lagi?
Saya kadang agak tidak enak hati jika tiba-tiba harus lupa nama seseorang, padahal wajahnya sudah begitu saya kenal.
Diam-diam saya pun bertanya pada teman yang lainnya “Itu tadi namanya siapa to?”
Sewaktu menjadi penumpang setia bus dulu, saya sampai begitu hafalnya dengan isi penumpang yang memang itu-itu lagi.
Saya tahu kalo Mbok ABC akan turun deket Ring Road karena harus oper bus Jalur 2 menuju tempat dagangan nya di Beringharjo.
Dan Mbak XYZ akan turun bareng saya, lha wong sekolah kita dulu bersebelahan dst.
Semua berujung pada kata rutinitas dan pengulangan. Tanpa terasa seolah-olah kita kenal dan tahu mereka, dekat dengan mereka.
(more…)
Ayam Kampus
Monday, October 29th, 2007
ADA-ada saja ya nama warung makan yang baru saja dibuka di seputaran Seturan Jogjakarta itu.
Tentu bukan tanpa sebab dong ketika kata “ayam” dan “kampus” dicetak dengan font yang lebih besar dan tebal apabila dibandingkan dengan kata “warung” serta “dekat”
Biar memancing orang untuk membaca. Dan dari sekian yang membaca, sang pemilik pasti berharap akan ada yang mampir ke warungnya.
Nggak puas sampai di situ, sang pemilik masih melemparkan jurus-jurus tagline nya agar dapat memikat pelanggan.

Berhubung baru buka, siapa hayyo yang mau nraktir saya?
Perbandingan Harga Pempek
Saturday, October 27th, 2007BARUSAN nonton sebuah liputan kuliner yang membahas tentang pempek Palembang.
Pempek sendiri bisa diartikan sebagai kue ikan dengan bahasa kerennya fish cake. *he bener nggak ya*
Proses pembuatannya melibatkan adonan ikan yang dicacah/digiling, bumbu plus ditambah semacam tepung kanji.
Dan kalo disuruh membandingkan antara harga pempek di sana dan di Jogja tentu saja akan jauh berbeda. Coba liat tabel berikut ini.
(more…)
