SUDAH beberapa kali saya membuktikan jika suasana hati dan pikiran kita sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan suatu penyakit yang sedang diderita. Bener kan. Jika hati dan pikiran kita senang pasti akan berpengaruh juga pada kondisi tubuh kita. Tidak melulu masalah obat atau faktor luar lainnya.
Sewaktu kecil, saya masih ingat kala itu sedang terkena demam. Belum juga obat habis, suhu badan juga masih panas, tapi saya memaksakan diri untuk bermain dengan teman di kampung. Sebenarnya nggak boleh sih, tapi saya memaksa. Namanya juga anak kecil, otak isinya main melulu *otak lu kali, Fer*
Dan bermain itu adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan, serasa hilang semua beban derita kehidupan. Pulang-pulang ibu langsung megang jidat saya. Weladalah suhunya turun dari sebelumnya. Hari itu juga kondisi badan saya lebih mendingan.
Nah yang minggu lalu ini yang bikin saya nggak enak diri. MENCRET ALIAS DIARE! Haduh-haduh penyakit ini memang menyiksa lahir dan batin. Gimana enggak, mau kemana-mana takut kalo saja pas ada di mana gitu tiba-tiba kebelet. Bisa kacau kan jadinya. Akhirnya saya cuma bisa istirahat saja di kamar.
Continue reading →