Posts Tagged ‘iklan’

Suara Di Malam Pengantin

Monday, March 31st, 2008


SAYA bingung. Maksud dari “suara di malam pengantin” itu yang seperti apa ya? Apakah yang seperti uh uh uh ah ah ah ? Oh Yes Oh No?

Atau jangan-jangan suara-suara itu tak lebih dari suara pertengkaran kecil pasangan suami isteri di sebuah kamar pengantin…

Mas! Jadi yang membayar semua biaya pernikahan kita ini siapa ? Siapa Masss…siapa…pa..pa..pa..paa!!!
*versi remix*

Pernikahan Ala Sinetron #2

Saturday, March 29th, 2008

Pernikahan Ala Sinetron 2

SUDAH hampir satu tahun dari sejak pertama kali saya membaca iklan tersebut. Dan beberapa waktu lalu saya menjumpainya lagi, ternyata masih dengan format yang sama sekali tidak berubah.

Demikian pula dengan pendapat saya yang tidak berubah dari pendapat sebelumnya.

Saya tidak mau ada adegan tampar pipi oleh mertua, lempar piring dan peristiwa over dramatis lainnya dalam pernikahan saya, nanti. :))

Teka Teki Silang Fren

Thursday, September 20th, 2007

KALAU yang dimaksud semua jawaban TTS tersebut adalah cuma satu kata:Fren, maka maksud dan tujuan pemasang dan pembuat iklan belum tercapai.

Karena pada kenyataannya TTS tersebut tidak dapat diselesaikan dengan baik. (more…)

Berbukalah Dengan Yang Baik

Tuesday, September 11th, 2007

PERANG iklan antar produk? Ah itu mah biasa.

Tentunya -dan semoga saja- ini hanya prasangka buruk saya saja :)

“Manis” saja tidak cukup karena yang manis belum tentu “baik”.

Bukan begitu?

Selamat menjalankan ibadah puasa….

Berbukalah dengan orang yang manis, seperti saya!

Buat Apa Punya Rumah?

Sunday, August 26th, 2007

SERINGNYA antara kebutuhan dan kemampuan manusia itu tidak sejalan seirama. Berbanding terbalik. Dan rasanya kok ndak ada habis-habisnya. Padahal belum tentu kebutuhan itu benar-benar dibutuhkan. Demi gengsi katanya.

“Sudah to le, pake motor lama bapakmu itu juga masih bagus to?

“Wah simbok ini ndak gaul. Haree genee pake motor kayak gitu…Aku kan pengen kayak Baim Wong” *hweekkk*

Dan media bersama dunia bisnis mulai ngomporin dan manas-manasin. Yang sudah kurus disuruh jadi gemuk, yang gemuk dibikin kurus. Rambut panjang hitam dikatain kuno, maka lahirlah rambut jagung bosok.

Yang cuman bangga punya blog gratisan “dikomporin” buat beli domain + hosting sendiri. Biar kredibel katanya…*loh-loh apa ini :) *

Tentu yang ini konteksnya berbeda. Yang sudah punya rumah disuruh punya telepon rumah. Siapa suruh punya rumah? Siapa juga yang mau disuruh-suruh?

Ah Pak Dhe Telkom ini bisa aja!

Pernikahan Ala Sinetron

Monday, March 5th, 2007

Berikut adalah secuil kalimat iklan paket pernikahan di sebuah surat kabar harian lokal di Jogjakarta.

…Anda akan mendapatkan WO (Pemandu Acara) tanpa panitia pun acara Anda akan kami pandu dari rapat panitia sampai akhir acara, dan akan kami buat bagaikan Sinetron (ada jalan ceritanya)…
.::Nakarina & Sanggar Rias Ary,Panembahan-Jogjakarta::.

Paket pernikahan tersebut langsung saya coret dari daftar pilihan jika saya menikah nanti.

Saya ndak mau ada aksi lempar piring dan adegan mertua jambak-jambakan rambut dengan menantunya. :))

Sedapnya C1000

Monday, September 11th, 2006

BEBERAPA hari yang lalu saya melihat ada sebuah iklan klarifikasi dari produk You C1000 yang mengatakan bahwa You C1000 tidak pernah mengeluarkan produk dalam bentuk sachet dan hanya dalam kemasan botol. Pasti bukan tanpa alasan perusahaan tersebut sampai mengeluarkan pemberitahuan tersebut.Sampai saya melihat di media elektronik muncul iklan produk sejenis dalam bentuk sachet, yang dibintangi dou Ratu, dimana tulisan C1000 tampak sangat mencolok dalam kemasan produk tersebut. Benar-benar mirip menurut saya. Jika konsumen tidak cermat, pasti mengira bahwa produk tersebut merupakan variasi lain dari produk yang lebih dulu dikenal masayarakat. Trik bisniskah?

Hal tersebut pastinya bukan hal baru di Indonesia. Ketika sebuah produk menjadi terkenal dan laris, para produsen ramai-ramai untuk membuat produk sejenis. Saat Mie Sedap boming dan laris di masyarakat, muncul produk mie dari perusahaan terkenal yang mencantumkan kata “sedaap” di label salah satu produknya. Tulisan “sedaap” begitu tampak mengikuti karakteristik produk sebelumnya. Pastinya konsumen yang kurang teliti mengira bahwa produk tersebut memang Mie Sedap yang asli.

Belum lagi munculnya produk yang merupakan “plesetan” dari produk-produk terkenal. Pernah melihat iklan Teh Sisri, Kola-Kola (Mbahe Kola…he), Finto atau Sprata? Pasti tahu kan produk tersebut “plesetan” dari produk apa? He he.

Jadi kita tunggu lagi produk apa lagi yang akan “dibajak” oleh produk lain yang sejenis.

© Image: Entah!