<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ferigunawan &#187; Rumah Sakit Jiwa</title>
	<atom:link href="http://www.ferigunawan.com/category/rumah-sakit-jiwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ferigunawan.com</link>
	<description>feri gunawan's weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Aug 2010 08:03:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>S.S.P.Z.H. Feri Gunawan</title>
		<link>http://www.ferigunawan.com/2008/09/03/sspzh-feri-gunawan/</link>
		<comments>http://www.ferigunawan.com/2008/09/03/sspzh-feri-gunawan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 02:59:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Feri Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah Sakit Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[blank]]></category>
		<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ferigunawan.com/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[Suatu pagi di sebuah stasiun televisi swasta&#8230; Presenter A   : Ok dengan bapak siapa? Penelepon Z  : ABCBE, Jakarta. Presenter A   : ABCDE? Silakan. Penelepon Z  : ABCBE. ABCBE. Presenter A   : ABCBE. Ok silakan Bapak ABCBE. Penelepon Z  : &#8230; <a href="http://www.ferigunawan.com/2008/09/03/sspzh-feri-gunawan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><img title="Kopiah" src="http://ferigunawann.files.wordpress.com/2008/09/kopiah.jpg" alt="Image from http://iwanhafidz.bravehost.com" width="350" height="263" /><p class="wp-caption-text">Image from http://iwanhafidz.bravehost.com</p></div>
<p><span style="color: #808080;"><em>Suatu pagi di sebuah stasiun televisi swasta&#8230;</em></span></p>
<blockquote><p>Presenter A   : Ok dengan bapak siapa?<br />
Penelepon Z  : ABCBE, Jakarta.<br />
Presenter A      : ABCDE? Silakan.<br />
Penelepon Z    : ABCBE. ABCBE.<br />
Presenter A      : ABCBE. Ok silakan Bapak ABCBE.<br />
Penelepon Z    : Haji ABCBE. Haji ABCBE.<br />
Presenter A   : Silakan Bapak Haji ABCBE.</p></blockquote>
<p><strong>GELAR</strong> itu anugerah dan amanah. Tapi sewaktu-waktu bisa berubah menjadi sebuah musibah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ferigunawan.com/2008/09/03/sspzh-feri-gunawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Liburan Sebulan</title>
		<link>http://www.ferigunawan.com/2008/08/31/liburan-sebulan/</link>
		<comments>http://www.ferigunawan.com/2008/08/31/liburan-sebulan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 02:20:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Feri Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blablabla]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ferigunawan.com/?p=573</guid>
		<description><![CDATA[BAPAK Guru pencerita filosofi telur itu pernah menyampaikan satu buah keinginan. Satu dari sekian banyak muridnya diharapkan akan menjadi menteri agama. Sederhana saja. Kelak, beliau ingin satu bulan Ramadhan hanya diisi kegiatan ibadah saja. Aktivitas belajar mengajar diliburkan, full satu &#8230; <a href="http://www.ferigunawan.com/2008/08/31/liburan-sebulan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="Liburan Sebulan" src="http://ferigunawann.files.wordpress.com/2008/08/calendar.gif" alt="" width="367" height="270" /></p>
<p><strong>BAPAK</strong> Guru pencerita <a title="Filosofi Telur" href="http://www.ferigunawan.com/2007/08/03/filosofi-telur/">filosofi telur</a> itu pernah menyampaikan satu buah keinginan. Satu dari sekian banyak muridnya diharapkan akan menjadi menteri agama.</p>
<p>Sederhana saja. Kelak, beliau ingin satu bulan Ramadhan hanya diisi kegiatan ibadah saja. Aktivitas belajar mengajar diliburkan, full satu bulan.</p>
<p>Tanpa harus menunggu seorang Feri menjadi menteri, keinginan tersebut langsung terwujud beberapa tahun kemudian. Sungguh liburan paling membosankan sepanjang sejarah umat manusia. :P</p>
<p>Namun ada yang terlupa. Kegiatan belajar mengajar, menuntut ilmu dan sejenisnya pada dasarnya adalah ibadah juga. Ya kan?</p>
<p>Selamat menjalankan ibadah puasa. :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ferigunawan.com/2008/08/31/liburan-sebulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sesekali Tak Berjudul</title>
		<link>http://www.ferigunawan.com/2008/08/12/sesekali-tak-berjudul/</link>
		<comments>http://www.ferigunawan.com/2008/08/12/sesekali-tak-berjudul/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 09:03:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Feri Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blablabla]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[blank]]></category>
		<category><![CDATA[daily]]></category>
		<category><![CDATA[petuah]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ferigunawan.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[PAGI yang menyenangkan. Perlahan saya berjalan ke kamar mandi untuk sekedar membuang air seni. Tak ada kebiasaan minum kopi, teh, susu hangat plus diselingi baca koran pagi. Cukup air putih. Hari ini saya mengantri. Antrian panjang di sebuah bank yang &#8230; <a href="http://www.ferigunawan.com/2008/08/12/sesekali-tak-berjudul/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Secangkir Kopi di Pagi Hari? Jarang! © Ilustrasi: http://www.vistaicons.com/" src="http://ferigunawann.wordpress.com/files/2008/08/coffee-time.jpg" alt="" width="256" height="256" /></p>
<p><strong>PAGI</strong> yang menyenangkan. Perlahan saya berjalan ke kamar mandi untuk sekedar membuang air seni. Tak ada kebiasaan minum kopi, teh, susu hangat plus diselingi baca koran pagi. Cukup air putih.</p>
<p>Hari ini saya mengantri. Antrian panjang di sebuah bank yang sangat mandiri itu. Bukan untuk merampok atau pun menabung. Sama sekali bukan. Sekadar menghamburkan Rp.85.000,- untuk memperpanjang usia blog ini. <span style="color: #808080;"><em>Ah ternyata sudah dua tahun.</em></span></p>
<p>Kata orang bijak antrian itu harus dinikmati. Seperti menikmati kopi, sedikit demi sedikit, seseruput kehangatan yang nikmat. Giliran itu pasti datang! Proses! <span id="more-399"></span></p>
<p>Tipe penyerobot antrian banyak jumlahnya. Saya pernah diserobot di sebuah antrian kasir toko buku. Pernah pula saya dipersilakan untuk membayar duluan di sebuah kasir swalayan. Waktu itu saya hanya membeli dua produk, dia satu troli penuh. Saya pegang dua produk itu dengan tangan.</p>
<p>Antrian pun dibedakan. Ini lho jalur khusus setoran juta-jutaan, ini lho antrian ecek-ecekan. Lalu saya membayangkan, gimana ya bila saya orang penting? Bapak jenderal, ibu model handal, nenek mantan ketua dharma wanita terbaik se-Indonesia <em>blablabla</em>. Mungkin saya nggak akan pernah mengenal antrian. Tak pernah menikmati harumnya kopi.</p>
<p>Ada salah seorang pesohor yang tidak mengantri saat berada di loket sebuah tempat hiburan ibukota. Saat melewati antrian lainnya dia minta maaf. <span style="color: #808080;"><em>Maaf ya ibu-ibu saya nggak antri</em></span>.</p>
<p><span style="color: #808080;"><em>Silakan</em></span>. Aha giliran saya! Mbak teller tersenyum ramah dengan style yang sangat terprogram. Prosesnya singkat dan cepat. Mungkin akan memakan waktu lama jika saya menodongkan pistol ke mbak teller sambil berteriak kencang. <span style="color: #808080;"><em>Buka bajunya!!!</em></span></p>
<p>Giliran itu sudah datang. Proses itu sudah selesai.</p>
<p>Besok pagi (?) saya masih mengantri. Saya dan Anda. Mengantri untuk mendapat giliran mati. <span style="color: #808080;"><em></em></span></p>
<p><span style="color: #808080;"><em>Air kencing ini berwarna putih, mungkin karena air tak berkopi&#8230;</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ferigunawan.com/2008/08/12/sesekali-tak-berjudul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Enaknya Memperkosa?</title>
		<link>http://www.ferigunawan.com/2008/04/07/apa-enaknya-memperkosa/</link>
		<comments>http://www.ferigunawan.com/2008/04/07/apa-enaknya-memperkosa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 03:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Feri Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah Sakit Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ferigunawan.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[YANG satu memaksa&#8230; Yang satunya dipaksa&#8230; Tak ada rasa.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>YANG</strong> satu memaksa&#8230;<br />
Yang satunya dipaksa&#8230;<br />
Tak ada rasa.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ferigunawan.com/2008/04/07/apa-enaknya-memperkosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Pedagang Mie Ayam</title>
		<link>http://www.ferigunawan.com/2008/04/06/kisah-pedagang-mie-ayam/</link>
		<comments>http://www.ferigunawan.com/2008/04/06/kisah-pedagang-mie-ayam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Apr 2008 02:25:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Feri Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah Sakit Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ferigunawan.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[SEKARANG warung mie ayam itu telah tutup. Tapi saya masih menunggu di depan rumah, kalau-kalau ada gerobak mie ayam lewat dengan citarasa yang ramah, bukan sekedar rupiah. Dan saya tak ragu untuk berteriak &#8220;Pak, mie ayam siji !&#8221; .::. Ada &#8230; <a href="http://www.ferigunawan.com/2008/04/06/kisah-pedagang-mie-ayam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEKARANG</strong> warung mie ayam itu telah tutup.</p>
<p>Tapi saya masih menunggu di depan rumah, kalau-kalau ada gerobak mie ayam lewat dengan citarasa yang ramah, bukan sekedar rupiah. Dan saya tak ragu untuk berteriak &#8220;Pak, mie ayam siji !&#8221;</p>
<p>.::.</p>
<p>Ada seorang penjual mie ayam yang lewat di kampung saya. Nampaknya masih baru. Iseng saya mencobanya. Kabar kaburnya memang lumayan enak. Satu mangkok saya pesan. Kuahnya bening, bersih pula penyajiannya. Taburan bawang goreng dan sedikit seledri menggelayut mesra diantara pergumulan mie yang mengeluarkan asap hangat nan nikmat. Satu sendok kuah mie saya coba. Nyammy!</p>
<p>Jarang-jarang ada mie ayam yang lewat depan rumah  saya, bisa seenak ini. Mie ayam itu pun jadi kondang dan laris.<br />
<span id="more-137"></span><br />
Tak terasa waktu bergulir dengan cepat. Usaha mie ayam itu sudah sangat maju. 5758. Dia pun mengontrak sebuah tempat yang kebetulan deket dengan rumah saya. Awal-awal dia berjualan, citarasa mie yang dia buat masih sama dengan saat dia berjualan keliling dengan gerobak tuanya itu. Dagangannya laris manis bak mobil Jaguar.</p>
<p>Saya kembali ingin mencoba mie lezat itu. Tapi apa yang terjadi kemudian ? SADIKERAT. Saya dibuat kecewa berat. Citarasa nikmat itu ternyata telah lenyap. Kuah bening segar itu menghilang. Penyajiannya asal-asalan. Kotor. Nggak ada lagi bawang goreng dan seledri cincang. Ada tapi cuma kadang-kadang.</p>
<p>Pelayanannya semakin tinggi hati karena semakin banyak yang harus dilayani. Tidak ada lagi senyum ramah nan menggugah hati.</p>
<p>Saya rindu kembali saat-saat dia masih keliling kampung pake gerobak dulu. Kangen dengan segala kesederhanaan dan keramah tamahan nya. Apakah Tuan Rupiah yang mengubah semua ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ferigunawan.com/2008/04/06/kisah-pedagang-mie-ayam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dulu Kini Nanti</title>
		<link>http://www.ferigunawan.com/2007/10/20/dulu-kini-nanti/</link>
		<comments>http://www.ferigunawan.com/2007/10/20/dulu-kini-nanti/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Oct 2007 07:32:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Feri Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah Sakit Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ferigunawan.com/2007/10/20/dulu-kini-nanti/</guid>
		<description><![CDATA[MANUSIA ndak bisa lepas dari tiga hal: masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Masa lalu merupakan sejarah yang memberi kita kenangan dan berjuta pengalaman serta pelajaran hidup. Masa mendatang merupakan motivasi, semangat serta angan-angan yang harus diwujudkan. &#8230; <a href="http://www.ferigunawan.com/2007/10/20/dulu-kini-nanti/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://ferigunawann.wordpress.com/files/2008/03/jam.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>MANUSIA</strong> ndak bisa lepas dari tiga hal: masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.</p>
<p>Masa lalu merupakan sejarah yang memberi kita kenangan dan berjuta pengalaman serta pelajaran hidup.</p>
<p>Masa mendatang merupakan motivasi, semangat serta angan-angan yang harus diwujudkan.</p>
<p>Masa kini adalah perwujudan sikap dalam menyikapi masa lalu dan masa mendatang.</p>
<p>Sesuatu yang kita kerjakan detik ini, beberapa detik lagi akan menjadi bagian dari sejarah dan kita bersiap-siap berhadapan dengan detik berikutnya yang kita sebut masa depan.</p>
<p>Bisa jadi orang yang kurang beruntung dan merugi akan terlalu sibuk menyesali masa lalu, khawatir dengan masa depan tapi tidak melakukan sesuatu yang berguna -kaitannya dengan masa lalu dan masa depan- pada masa sekarang.</p>
<p>Nol besar!</p>
<p>Semoga saya tidak melakukannya (lagi).</p>
<p>© Ilustrasi: Entah!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ferigunawan.com/2007/10/20/dulu-kini-nanti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Filosofi Telur</title>
		<link>http://www.ferigunawan.com/2007/08/03/filosofi-telur/</link>
		<comments>http://www.ferigunawan.com/2007/08/03/filosofi-telur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Aug 2007 01:50:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Feri Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah Sakit Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ferigunawan.com/2007/08/03/filosofi-telur/</guid>
		<description><![CDATA[PAK Zubaedi -guru Agama SMP saya dulu- mendapat sebuah kado pernikahan yang lumayan unik dan aneh. Diantara tumpukan kado lainnya, ternyata ada satu kado yang memberikan banyak pelajaran bagi beliau yang waktu itu baru saja melangsungkan pernikahan. Untung tidak pecah &#8230; <a href="http://www.ferigunawan.com/2007/08/03/filosofi-telur/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://ferigunawann.wordpress.com/files/2008/03/telur.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>PAK</strong> Zubaedi -guru Agama SMP saya dulu- mendapat sebuah kado pernikahan yang lumayan unik dan aneh. Diantara tumpukan kado lainnya, ternyata ada satu kado yang memberikan banyak pelajaran bagi beliau yang waktu itu baru saja melangsungkan pernikahan. Untung tidak pecah katanya. Kalo kata saya, untung isi kado tersebut tidak menetas.</p>
<p>Beliau lalu menceritakan pesan dan filosofi yang terkandung dalam kado tersebut, yang ternyata berisi berbagai macam telur.<span id="more-103"></span></p>
<p>Telur pertama adalah telur angsa. Kalo sudah pernah lihat, telurnya <em>guedhe</em> banget. Pesan yang terkandung yakni jangan menjadi manusia seperti angsa karena angsa seringkali mematok telurnya sendiri hanya karena alasan lapar, lalu dimakan. Burung puyuh juga sering melakukan hal sama. Makanya saat sudah bertelur, induk betina langsung dipisahkan dengan telurnya. Telur lalu dimasak dan bisa didapatkan di angkringan-angkringan terdekat.</p>
<p>Telur kedua yaitu telur bebek. Dalam satu gerombolan bebek, biasanya jumlah pejantan lebih sedikit dari betinanya. <em>Okey&#8230;</em> Lalu demi hasrat dan nafsu yang telah lama menggebu maka satu pejantan tadi akan membuahi banyak bebek betina. Poligami? Lalu ketika sudah bertelur, maka telur-telur itu akan ditinggalkan begitu saja oleh bebek betina. <em>Walah</em> ndak okey ini. Tapi banyak juga kan manusia yang meniru sikap bebek ini?</p>
<p>Selanjutnya telur ayam. Hewan ini mungkin merupakan tipe hewan single parent. <em>Lha</em> ya gimana nggak, setelah puas <em>berbabibu</em>, ayam jagonya pergi begitu saja. Untuk selanjutnya ayam betinanya saja yang mengerami telur-telur tersebut hingga menetas dan mengasuhnya sejak kecil. <em>Ck&#8230;ck&#8230;</em></p>
<p>Telur terakhir yaitu telur burung merpati. Hewan ini termasuk hewan yang kompak. Nggak yang jantan maupun betina, semua bergantian untuk mengerami telur dan mencari makanan. Saat merpati jantan sedang mengerami telur, maka merpati betina bertugas mencari makanan dan juga sebaliknya. Mantab.<br />
Pokoknya merpati nggak pernah ingkar janji (?)</p>
<p>Tinggal kita saja yang menentukan mau menjadi seperti apa, bebek atau merpati?</p>
<p>© Ilustrasi: http://ncc.blogsome.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ferigunawan.com/2007/08/03/filosofi-telur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mensyukuri Nikmat</title>
		<link>http://www.ferigunawan.com/2007/07/31/mensyukuri-nikmat/</link>
		<comments>http://www.ferigunawan.com/2007/07/31/mensyukuri-nikmat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 05:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Feri Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah Sakit Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ferigunawan.com/2007/07/31/mensyukuri-nikmat/</guid>
		<description><![CDATA[KATANYA sih&#8230; Apa yang telah kamu miliki saat ini, detik ini, sebenarnya beberapa saat lalu, berjuta detik yang lalu hanyalah merupakan impian dan harapan kamu saja. Saat ini kamu sudah memilikinya. Jadi bersyukurlah atas apa yang kamu miliki sekarang, sekecil &#8230; <a href="http://www.ferigunawan.com/2007/07/31/mensyukuri-nikmat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KATANYA </strong>sih&#8230;</p>
<blockquote><p>Apa yang telah kamu miliki saat ini, detik ini, sebenarnya beberapa saat lalu, berjuta detik yang lalu hanyalah merupakan impian dan harapan kamu saja.</p>
<p>Saat ini kamu sudah memilikinya. Jadi bersyukurlah atas apa yang kamu miliki sekarang, sekecil apapun itu.</p></blockquote>
<p>Cahyoooo&#8230;! :D</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ferigunawan.com/2007/07/31/mensyukuri-nikmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iri Hati</title>
		<link>http://www.ferigunawan.com/2007/02/22/iri-hati/</link>
		<comments>http://www.ferigunawan.com/2007/02/22/iri-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Feb 2007 02:21:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Feri Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah Sakit Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ferigunawan.com/2007/02/22/iri-hati/</guid>
		<description><![CDATA[RUMPUT tetangga selalu lebih hijau. Itu kalo dilihat dari kejauhan, coba lebih dekat lagi. Yak, benar kan apa kata saya. Nggak jauh beda kok rumputnya, kita aja yang suka iri. Masih nggak percaya. Sekarang coba liat lagi rumputnya. Sama-sama hijau &#8230; <a href="http://www.ferigunawan.com/2007/02/22/iri-hati/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RUMPUT</strong> tetangga selalu lebih hijau. Itu kalo dilihat dari kejauhan, coba lebih dekat lagi. Yak, benar kan apa kata saya. Nggak jauh beda kok rumputnya, kita aja yang suka iri.</p>
<p>Masih nggak percaya. Sekarang coba liat lagi rumputnya. Sama-sama hijau kan? Jadi yang <em>&#8220;lebih hijau&#8221;</em> itu yang mananya ya?</p>
<p>Jangan-jangan rumput tetangga Anda sudah dikasih pewarna tekstil sehingga tampak lebih hijau?!</p>
<p><em>Ih!</em> Cuma kosmetik belaka to.</p>
<p>Apa yang nampak <em>(nya dari pacar Abang)</em> di luar belum tentu menggambarkan apa yang di dalamnya.</p>
<p>Sekarang coba masuk ke dalam rumahnya. Perhatikan seisi ruangannya. Apakah ada yang begitu mengganggu Anda?</p>
<p>Dia punya tipi, Anda tidak. <em>&#8220;Besok numpang nonton Rosalinda lagi yah&#8230;&#8221;<br />
</em><br />
Dia punya mobil, Anda punya motor. <em>&#8220;Eh, tetangga. Kemarin macet ya? Lain kali nebeng aku aja po?&#8221;</em></p>
<p>Selesai kan?</p>
<p>Jadi rumput tetangga siapa lagi yang lebih hijau dari rumput Anda sendiri? <em>&#8220;Hey, jenis rumputnya apa sih?&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ferigunawan.com/2007/02/22/iri-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maaf Salah</title>
		<link>http://www.ferigunawan.com/2007/02/22/maaf-salah/</link>
		<comments>http://www.ferigunawan.com/2007/02/22/maaf-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Feb 2007 02:20:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Feri Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah Sakit Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[petuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ferigunawan.com/2007/02/22/maaf-salah/</guid>
		<description><![CDATA[BUKAN sebuah perkara yang mudah untuk sekedar mengucapakan &#8220;Ok itu salah saya dan saya minta maaf atas kejadian tersebut&#8221; Dan tampaknya sulit juga untuk membalasnya dengan &#8220;Nggak papa kok, sudah aku maafin dari kemarin&#8221; Sementara itu di hati kita masih &#8230; <a href="http://www.ferigunawan.com/2007/02/22/maaf-salah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BUKAN</strong> sebuah perkara yang mudah untuk sekedar mengucapakan <em>&#8220;Ok itu salah saya dan saya minta maaf atas kejadian tersebut&#8221;</em></p>
<p>Dan tampaknya sulit juga untuk membalasnya dengan <em>&#8220;Nggak papa kok, sudah aku maafin dari kemarin&#8221;</em> Sementara itu di hati kita masih tersimpan 1 batang korek api yang siap menyulut dendam yang masih tertinggal.</p>
<p>Lebih mudah untuk mengatakan <em>&#8220;Ini salah kamu, sudah saya bilang kan dari kemarin. Di mana kamu taroh kupingmu. Di dengkul ya!&#8221;</em></p>
<p>Dan sekali lagi lebih mudah untuk menjawabnya dengan <em>&#8220;Lo pikir ini salah siapa. Kamu ini anak baru di sini. Dasar otak udang!&#8221;</em></p>
<p>Sangat sulit untuk mengakui bahwa kita salah dan sangat mudah untuk menyalahkan orang lain.</p>
<p>Maaf. Sembako hati yang lebih mahal dari sekilo gram beras <em>*halah*</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ferigunawan.com/2007/02/22/maaf-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
