Archive for the ‘Musik’ Category

Hati Yang Luka Bagian Kedua

Thursday, November 29th, 2007

KECENDERUNGAN lagu-lagu jaman dulu itu apabila sebuah lagu menjadi hits maka akan dibuat kelanjutan dari lagu tersebut.

Ndak tahu kalau lagu-lagu jaman sekarang. Ada nggak sih?

Misalnya saja Ebiet G Ade dengan hits Camelia yang mempunyai beberapa seri.

Mungkin bisa dikatakan sebagai sebuah sinetron Tersanjung tapi dalam bentuk penyajian yang berbeda.

Berhubung saya kurang ngeh dengan lagu tersebut, maka kita akan membahas lagu yang lain saja.

Setali tiga kutang dengan lagu berseri yaitu lagu berbalas-balasan. Seperti pantun saja ya.

Jadi misalkan ada sebuah lagu yang menjadi hits maka beberapa waktu kemudian akan muncul saudara-saudara sekalian hits jawaban buat lagu tersebut.

Pernah denger lagu Aduh Buyung? Ayolah pernah ya..yaa..yaaa..biar saya ada temennya gitu. :)

Atau hits Dinda Di Mana?

Nah kalau yang ini pasti tahu. Lagu Hati Yang Luka miliknya Diajeng Betharia Sonata.

Iya. Lagu itu ternyata mempunyai lagu balesan atau jawabannya juga. Weehh seperti apa ya?
(more…)

Cinta Musik Indonesia

Tuesday, October 9th, 2007

cmi

MUSISI Indonesia itu hebat-hebat lho ya. Lewat karya-karya apiknya, mereka mampu “mengganyang” permusikan Malaysia. Kita begitu dominan di sana.Paling tidak hal itu mampu membuat Amy “Isabella” Search cs protes karena media elektronik Malaysia lebih banyak memutar lagu Indonesia dibanding lagu karya bangsanya sendiri.

Tapi Malaysia tak kalah hebatnya. ‘Hanya’ lewat sebuah kontroversi lagu daerah, mereka mampu membuat sebagian besar bangsa Indonesia geram dan mangkel. Perdebatan dan opini sengit pun kembali menyeruak.

Saya ndak mau membahas hal itu. Tapi ya jangan sampai lah masalah kayak TKI, seni dan budaya, suwiping imigran gelap dsb justru malah membuat konflik dan ketegangan yang berkepanjangan antara kedua bangsa.
Lo pikir ndak sakit apa tegang terus? Harus ke dokter, keluar duwit….?!

Ambil positifnya saja. Jangan-jangan kita ini mau diadu domba. Jangan-jangan ada pihak ketiga yang mau menjadikan negara kita dan negara Jeng Siti itu sebagai “Palestina dan Israel” nya Asia Tenggara. Ndak mau to?

Pokoknya, saya dan Siti Nurhaliza anti kekerasan, tapi suka kekenyalan. Jadikan musik sebagai alat perdamaian bukan pertikaian!

Pipis! :)>-
(more…)

3 in 1

Friday, September 7th, 2007

#1
LETTERS From Iwo Jima + Flags of Our Fathers >> Baru bulan lalu nontonnya :) Dua film dengan tema sama tapi diceritakan dari dua sudut pandang yang berbeda. Menarik. Kalo saya lebih suka yang Letters From Iwo Jima, lebih kompleks ceritanya.

#2
RADIKUS Makankakus: Bukan Binatang Biasa >> Baru beli dan langsung selesai dibaca hari itu juga *sesuai dengan konten lah, coba kalo buku Calculus !*Masih seperti dua buku sebelumnya, berisi kisah-kisah konyol yang lucu dan mencerahkan hati, walau terkadang banyak yang itu-itu lagi.

cover

Lumayan buat ditaroh di lemari dan bersanding mesra dengan buku Operations Research Model-Model Pengambilan Keputusan serta 10 Tips Mengatasi Kegantengan Akut. Satu hal yang harus diingat, kita adalah sperma!

#3
BECAK Fantasy Exploring Solo Accoustic Guitar Music >> Saya barusan dapet CD gratisan album solo gitar Jubing Kristianto itu. Menang kuis di radio bow :D Sebelum denger interview itu nggak ngeh juga siapa beliau ini.Lewat petikan gitarnya lah saya jadi termangu dan tersadar, “Hey Feri, kamu ndak bisa main gitar ya? 2007 gitu loh!”

becak fantasy

Berisikan 12 track seperti Sinaran, Ayam den Lapeh, Becak Fantasy, Burung Kakatua dsb. Yang saya sukai -dan menurut beliau paling susah dimainkan- adalah theme dari Magnificent Seven. Mantab.

Ada satu lagu yang sempet dimainin yaitu sontreknya Misiyen Imposibel, itu keyen banget lho. Tapi sayang oh sungguh malang nggak masuk ke album ini karena masalah perizinan.

© Ilustrasi: Banyak! Lupa…hehehe.

Langit Tak Mendengar

Monday, August 20th, 2007

JADI hidup telah memilih
Menurunkan aku ke bumi
Hari berganti dan berganti
Aku diam tak memahami

Mengapa hidup begitu sepi
Apakah hidup seperti ini
Mengapa ku selalu sendiri
Apakah hidupku tak berarti

Coba bertanya pada manusia
Tak ada jawabnya
Aku bertanya pada langit tua
Langit tak mendengar

Fanatisme Slankers

Sunday, March 25th, 2007

Slank

Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro

Itu kalau kata Mbah Sosro. Tapi kalau dalam tiap konser musik, mungkin tag line berikut dapat mewakilinya.

Apapun bandnya, Slank benderanya! :)>-

© Ilustrasi: Entah!

Artist Rider

Thursday, March 22nd, 2007

KITA mengenal istilah artist rider sebagai suatu permintaan kebutuhan si artis yang wajib dipenuhi selama tour/konser berlangsung.

Adrie Subono mencatat berbagai macam rider yang terkadang aneh dan terkesan dibuat-buat. Seperti coklat M&M’s dengan warna tertentu, penyetrikaan kostum pada suhu tertentu, karpet merah menuju kamar si artis dan sebagainya. Kalo nggak salah Mbok Dhe Mariah Carey pernah minta semacam teh tertentu yang ternyata sulit dicari. Ill Divo bahkan meminta celana boxer saat konser kemarin. Belum permintaan-permintaan njelehi bin aneh dari arteess lainnya.

Buat para promotor nih, siap-siap dari sekarang. Tahun 2008 nanti saya akan mengadakan sebuah konser musik. \:D/ Dan bertajuk “Gairah, Amarah, Bedebah WORLD MUSIC TOUR 2008″

Catet nih beberapa permintaan saya, kebanyakan sih makanan… ;))

Bajigur anget pake irisan kelapa yang nggak terlalu tua tapi juga nggak muda banget, gorengan tempe alias mendoan pake irisan daun bawang nggak boleh terlalu asin, penerbangan aman nan nyaman pramugarinya ndak boleh pake make up terlalu tebal pilotnya ndak mau kalo bernama Marwoto atau Komar ntar pada ngelawak lagi, akses internet 24 jam biar bisa ngeblog sambil konser, sego kucing pake oseng-oseng teri pedes, siomay asli ikan tengiri…bla…bla :P

Kalo sampean mau minta apa coba?

Beda Presiden Beda Lagunya

Monday, February 26th, 2007

PADA generasi Bung Karno, musik yang hingar-bingar aka musik ngak ngik ngok dilarang keras dan para musisi yang memainkannya dipenjara. Koes Bersaudara salah satu korbannya. Bang Rhoma pun ‘mempersembahkan’ lagu Haram nya buat masa tersebut “Kenapa semua yang enak-enak itu dilarang…”

Zaman Pak Harto beda lagi. “Pengalaman masa lampau mengajarkan bahwa kesulitan apa pun yang dihadapi, bangsa Indonesia melewatinya. Dengan bekal itu, kita percaya badai pasti berlalu…” *)dari Kompas. Sehingga lagu Badai Pasti Berlalu menjadi soundtrack periode ini, walau badai itu masih belum berlalu sampai sekarang.

Banyak kemajuan yang didapat dalam periode Pak Habibie. Bahkan kalo kata orang cenderung sangat maju alias kebablasan. Salah satunya adalah lepasnya Timor Timur dari NKRI. Tak lain dan tak bukan, lagu yang tepat untuk beliau adalah Hilang Permataku…“Hilang Permataku, hilang harapanku…yang kupupuk sejak dulu kala…”

Diam adalah emas. Diam adalah Megawati Soekarno Putri. Dan grup band Potret nggak mau diam untuk menyanyikan lagu Diam nya “Kau marah padaku, aku diam. Kau maki diriku, aku diam.” Diam, diam dan terus diaammm…

Gus Dur. Simpel, nggak mau neko-neko dan selalu dikelilingi guyonan yang bisa jadi bumerang bagi dirinya sendiri. Sehingga saat Pak Dhe Chrisye menyanyikan lagu Untukku “Walau ke ujung dunia pasti akan kunanti…Meski ke tujuh samudera pasti ku kan menunggu”, Gus Dur langsung menyahutnya dengan “Gitu aja kok repot!

Lupakan romantisme ala Pelangi Di Matamu nya Jamrud “Ada pelangi di senyummu yang membuat lidah ku gugup tak bergerak….” Walaupun intro awal lagu ini juga bisa dinyanyikan buat Pak Harto “Tiga Dua tahun. Aku berkuasa. Untuk siapa. Ya untuk keluarga, bukan rakyat jelata. Aku kaya raya” Periode SBY identik dengan banjir. Bukan monopoli air semata tapi juga berlaku buat bencana, korupsi, air mata dsb. Kira-kira lagu apa ya yang tepat buat periode ini ?