Sudahlah

LUAR biasa. Tapi aku harus bilang:sudahlah. Apa yang kalian cari di sini. Ilmu? Kesenangan batin? Sekadar menertawakan? Mencaci lalu memaki. Sudahlah. Tak ada sesuatu yang bermanfaat. Semua hanya kosong tak berisi.

Hebat. Ternyata kalian masih tak mau mendengar perkataanku. Berkunjung dan membatin:oh aku bersyukur ternyata masih ada orang yang lebih gila dariku. Cukup. Berhenti sampai di sini. Arahkan kursormu ke pojok kanan atas. Tutup.

Cemerlang. Tak ada. Aku bilang tak ada. Kenapa kalian masih memaksa. Aku benar-benar tak menyembunyikan apapun di sini. Paling tidak aku tak menyembunyikan yang kalian cari:kesenangan hidup. Sudahlah, kenapa masih tetap bertahan di sini.

Cepat pergi. Aku tak mau berhitung 123 untuk mulai mengusirmu.

Apa? Kalian bilang aku orang aneh? Hahaha. Aku senang menjadi orang aneh. Orang yang berbeda dengan yang lain, tidak standar. Sudahlah kenapa masih saja bertahan sampai ke kalimat ini. Tak ada ilmu tak ada guru. Ok sekarang kalian mulai mengernyitkan dahi:orang gila. Ok sekarang kalian tertawa. Silakan.

Fantastis. Daya tahan kalian sungguh luar biasa. Aku curiga ini tak lebih dari rasa syukur kalian melihat ada orang aneh yang sedang hilang ingatan, gila, tak waras dan mendekati kerusakan otak akut. Aku percaya itu.

Hentikan analisa ilmu-ilmu yang kau pelajari itu. Kehidupan itu realis bukan teoritis. Kehidupan itu teoritis bukan realis. Idealis amis bengis. Nah, aku bilang apa tadi. Tanggalkan apa yang sudah kau pelajari tadi. Telanjang.

Telanjang. Polos tanpa embel-embel apapun. Putih lalu jadi hitam. Lalu ada suara-suara sumbang berkumandang menantang terkadang jalang.

Heran. Sungguh aku sedang berada di puncak rasa keheranan. Apa yang membuat kalian masih berada di sini. Apa yang kalian cari. Bukankah sudah aku bilang kalau…ah sudahlah.

Coba lihat ada mentari yang bersinar. Terkadang bersinar terang, terkadang redup tertutup awan. Tapi dia ada. Matahari ada. Terlihat atau tidak terlihat itu masalah wujud. Tapi dia ada. Menghilang atau menampakkan diri itu masalah wujud. Tapi dia ada.

Luar biasa. Kalian tetap bertahan. Kalian memang hebat. Hebat dalam menertawakan dan memberi analisa kehidupan orang lain secara asal-asalan. Hebat. Cemerlang. Fantastis.

Pelacur juga tahu siapa yang jadi pecundangnya. Aku.

Tags:

3 Responses to “Sudahlah”

  1. ce_maniest says:

    Akulah…yang Jadi juaranya………..^_^…..
    M Postingannya kok aneh bgt yah…Jangan gituh dong =p

  2. ozzie says:

    Hmm…. ..” mentari itu ada disana…”^_^

  3. chamot says:

    aneh bingung dan ga nyambung… kok mash juga pengen koment.. semakin aneh saja

Leave a Reply