Archive for December, 2008

Sudahlah

Saturday, December 27th, 2008

LUAR biasa. Tapi aku harus bilang:sudahlah. Apa yang kalian cari di sini. Ilmu? Kesenangan batin? Sekadar menertawakan? Mencaci lalu memaki. Sudahlah. Tak ada sesuatu yang bermanfaat. Semua hanya kosong tak berisi.

Hebat. Ternyata kalian masih tak mau mendengar perkataanku. Berkunjung dan membatin:oh aku bersyukur ternyata masih ada orang yang lebih gila dariku. Cukup. Berhenti sampai di sini. Arahkan kursormu ke pojok kanan atas. Tutup.

Cemerlang. Tak ada. Aku bilang tak ada. Kenapa kalian masih memaksa. Aku benar-benar tak menyembunyikan apapun di sini. Paling tidak aku tak menyembunyikan yang kalian cari:kesenangan hidup. Sudahlah, kenapa masih tetap bertahan di sini.

Cepat pergi. Aku tak mau berhitung 123 untuk mulai mengusirmu.

Apa? Kalian bilang aku orang aneh? Hahaha. Aku senang menjadi orang aneh. Orang yang berbeda dengan yang lain, tidak standar. Sudahlah kenapa masih saja bertahan sampai ke kalimat ini. Tak ada ilmu tak ada guru. Ok sekarang kalian mulai mengernyitkan dahi:orang gila. Ok sekarang kalian tertawa. Silakan.

Fantastis. Daya tahan kalian sungguh luar biasa. Aku curiga ini tak lebih dari rasa syukur kalian melihat ada orang aneh yang sedang hilang ingatan, gila, tak waras dan mendekati kerusakan otak akut. Aku percaya itu.

Hentikan analisa ilmu-ilmu yang kau pelajari itu. Kehidupan itu realis bukan teoritis. Kehidupan itu teoritis bukan realis. Idealis amis bengis. Nah, aku bilang apa tadi. Tanggalkan apa yang sudah kau pelajari tadi. Telanjang.

Telanjang. Polos tanpa embel-embel apapun. Putih lalu jadi hitam. Lalu ada suara-suara sumbang berkumandang menantang terkadang jalang.

Heran. Sungguh aku sedang berada di puncak rasa keheranan. Apa yang membuat kalian masih berada di sini. Apa yang kalian cari. Bukankah sudah aku bilang kalau…ah sudahlah.

Coba lihat ada mentari yang bersinar. Terkadang bersinar terang, terkadang redup tertutup awan. Tapi dia ada. Matahari ada. Terlihat atau tidak terlihat itu masalah wujud. Tapi dia ada. Menghilang atau menampakkan diri itu masalah wujud. Tapi dia ada.

Luar biasa. Kalian tetap bertahan. Kalian memang hebat. Hebat dalam menertawakan dan memberi analisa kehidupan orang lain secara asal-asalan. Hebat. Cemerlang. Fantastis.

Pelacur juga tahu siapa yang jadi pecundangnya. Aku.

Kertas Kosong

Sunday, December 21st, 2008

Insomnia

Saturday, December 20th, 2008

OMAS1
Omas2 Omas3
Omas4 Omas5 Omas6
Omas7 Omas8 Omas9 Omas10
Omas11 Omas12 Omas13 Omas14 Omas15
Omas16 Omas17 Omas18 Omas19
Omas20 Omas21 Omas22
Omas23 Omas24
Omas25
Omas26
Omas27 Omas28
Omas29 Omas30 Omas31
Omas32 Omas33 Omas34 Omas35
Omas36 Omas37 Omas38 Omas39 Omas40
Omas41 Omas42 Omas43 Omas44
Omas45 Omas46 Omas47
Omas48 Omas49
Omas50
Omas51
Omas52 Omas53
Omas54 Omas55 Omas56
Omas57 Omas58 Omas59 Omas60
Omas61 Omas62 Omas63 Omas64 Omas65
Omas66 Omas67 Omas68 Omas69
Omas70 Omas71 Omas72
Omas73 Omas74
Omas75
Omas76
Omas77 Omas78
Omas79 Omas80 Omas81
Omas82 Omas83 Omas84 Omas85
Omas86 Omas87 Omas88 Omas89 Omas90
Omas91 Omas92 Omas93 Omas94
Omas95 Omas96 Omas97
Omas98 Omas99
Omas100
Omas101

Inspirasi Biskuit Ritz

Tuesday, December 16th, 2008

ADA sebuah kalimat pada kemasan biskuit Ritz yang tak sengaja saya baca. Letaknya persis di bawah kalimat yang menjelaskan komposisi bahan pembuatan biskuit tersebut.

DIPRODUKSI PADA PERALATAN YANG JUGA MEMPROSES BISKUIT YANG MENGANDUNG KACANG DAN WIJEN

Dalam kasus yang berbeda, beberapa oknum pedagang makanan bergenre gorengan (tahu isi, kentaki dsb) bisa juga lho menerapkan hal yang sama.

MAKANAN INI DIGORENG DENGAN MINYAK GORENG YANG SEBELUMNYA TELAH DIPAKAI DI RESTORAN CEPAT SAJI

Saran saya sih pake spanduk gitu dan dipasang di gerobak dagangan mereka. Kalau mau ditambahin glitter dan lampu-lampu kecil nan lucu juga bisa kok. :P

Rahasia

Monday, December 15th, 2008

COBA sini mendekat padaku. Sini. Akan kuceritakan sesuatu kepadamu. Berjanjilah! Cerita ini tak akan kamu ceritakan ke orang lain.

Rahasia ini telah aku pendam selama 17 jam 46 menit 39 detik. Cuma kepadamu saja aku akan menceritakan semua ini. Aku sudah nggak kuat. Aku butuh berbagi.

Aku harus bertanya sekali lagi padamu. Kamu yakin dan siap menerima ceritaku ini? Kamu janji tak akan menceritakan ke orang lain?

Baiklah kalau begitu. Aku sudah yakin jika kamu telah siap mengetahui semua ini. Kamu telah kuat untuk mengambil resiko yang diakibatkan oleh semua cerita ini.

Tengoklah ke kiri dan ke kanan. Pastikan tidak ada orang lain yang tahu. Ke depan dan ke belakang. Ke atas dan ke bawah. Lalu ke tangan kirimu (dan kananmu). Adakah bakteri yang diam-diam mengintip cerita ini?

Baiklah. Hitungan ketiga aku akan mulai bercerita. Tak banyak yang ingin aku ceritakan. Cuma berisikan cerita basi sehari-hari: dua kata delapan huruf. Teramat pendek dan membingungkan.

Aneh dan mengerikan. Runyam dan mencabik. Teriris tapi tak terluka. Menangis tapi tak ada air mata. Menatap tapi tak bermakna.

Satu. Dua. Tiga.

Aku bosan.

Hujan di Bulan Desember

Sunday, December 14th, 2008

KEMARIN kulihat awan. Tapi tak ada yang membentuk wajahmu.