Cowok Gemini di Gubug Derita

SEORANG penyiar radio mengeluh karena sudah jarang −nyaris tidak ada lagi− pendengar yang mengirim surat pembaca via pos. Zaman berubah, era sms, email telah menggantikannya.

Ada suatu masa dimana saya mengalami kirim-kiriman salam −ya! salam-salam yang itu− lewat secarik kertas. Norak ya?

Sebuah radio malahan mengambil untung dengan menjual kertas khusus salam-salaman. Bagi yang tidak memakai kertas tersebut berarti salam-salamannya tidak akan dibaca. Curang!

Lalu saya geli kalau mendengar kembali gaya salam-salaman era dulu. Salam jitak, lam kompak slalu, kirim salam bwt Feri yang kiyut dsb.

Era yang lebih jadul tentu akan berbeda. Cewek Virgo di Lembah Penantian kirim buat Cowok Aries di Gubug Cinta, monitor radio blablabla.

Di sebuah radio yang Sebaiknya Anda Tahu itu tung tung tung tung, (sekilas) pernah dan masih ada yang menggunakannya. Itu pendengaran saya.

Materi acara beserta namanya, AMKM, masih ada hingga kini. Tetap klasik dan menggelitik. Bagi yang menganggap klasik adalah kuno, ketinggalan zaman dan ndak gaul, menggantinya dengan istilah LMGK. Maksudnya sama.

Sebagaimana dunia televisi −dan jagad gemerlap lainnya, termasuk dunia maya− radio menawarkan produk imajinasi, khayalan.

Di sebuah televisi lokal saya melihat seorang presenter yang sepertinya kok pernah dengar suaranya, tapi dimana?

Ya! Di radio. Ternyata bayangan rupa dan suara tidaklah selalu sama seperti fantasi saya.

Inilah dunia awang-awang, tiap orang punya imajinasi sendiri-sendiri. Selalu saja tertipu dengan kemasan bungkus kado yang indah.

© Ilustrasi: http://www.democracycellproject.com

2 comments ↓

#1 ari on 05.10.08 at 23:00

he-he-he….jadi ingat jaman jadul dulu….
tulisan kamu menarik juga….:)

#2 radio fm on 16.11.08 at 22:40

hahahahahahahahahaha……..keeeeeeeerrrrrreeeeeeennnnn…… penyiar selalu ingin jadi idola tapi karena ketatnya persaingan dan dikalahkan oleh kejelekan tampang…..hahahah

Leave a Comment