
KALAU saya jadi preman, saya akan total menjalani peran kehidupan saya sebagai seseorang yang ditakuti masyarakat. Tampang sangar, tato seluruh badan, tukang palak, atribut lengkap sehingga jiwa raga saya preman banget. Imej itu bener-bener akan saya jaga.
Jangan seperti mas pembunuh berantai itu ya, masak atut ama kecoa. Dikit-dikit kangen minta ketemuan dengan si Snoopy nya itu. Minta kue sus lah, jus duren lah, minta dibeliin baju Lebaran lah. Ora sembodo! Ah! Soul of pembunuhnya tu ndak ada banget tauk. ![]()
Suatu hari di terminal lama Umbulharjo, saya sedang menanti bus langganan. Lama banget ndak datang-datang. Mata menerawang ke setiap sudut terminal. Sresettt…! Dari arah 110º24’19” - 110º28’53” BT dan 07º15’24” - 07º49’26” LS terlihatlah sesosok pria sangar.
Tampang kelam, full brewok, tato tengkorak di lengan, celana jeans rombeng dan…bentar-bentar…
Apa itu yang dia pakai? Kaus kutung tanpa lengan bergambar Westlife???
Salah? Ndak. Tapi ya berasa geli aja pas ngeliatnya. Apa kek gambar Megadeth, Metallica, Dream Theater atau apa gitu. Westlife? *ngebayangin sekumpulan preman nyanyi Flying Without Wings*
Ada salah satu kakak kelas saya dulu, bukan preman sih. Bukan pula jagoan. Tapi gayanya itu menyiratkan bahwa dia itu patut ditakuti oleh adik-adik kelasnya. Katanya sih gitu.
Siang itu kebetulan kami berpapasan. Sayup-sayup dia bersenandung dengan indah buruknya. Oh my pretty pretty boy I love you. Like I never ever loved no one before you…
M2M? YA M2M!!! Salahkah seseorang yang hendak membangun citra jagoan sekolah menyanyikan lagu M2M? Sama sekali tidak salah.
Tapi mulai detik itu, saya sepakat dan bersuara lantang untuk mengatakan:hancur sudah citra jagoan sekolah yang hendak kau bangun selama ini! ![]()
Bukan maksud hamba lho ya untuk mengkotak-kotak kan musik ini khusus untuk golongan ini dan seterusnya. Tapi ya saya berasa geli aja ketika melihat langsung satu demi satu kejadian ajaib itu.
Termasuk saat saya mengantri di sebuah kantor untuk mengurus sesuatu. Sebelah saya adalah seseorang yang berasal dari emm angkatan atau tentara apa gitu. Karena antrian yang lama mulailah nafsu birahi menyanyinya muncul. Bak penyanyi profesional dia memulai aksinya.
Awalnya dia seperti bergumam, bersenandung pelan. Wah gila nih bapak, saya pikir dia sedang pemanasan. Kan kalau penyanyi-penyanyi handal suka ada tuh apa namanya teriak-teriak pemanasan gitu. Biar cihui katanya.
Ckckckk…gila nih orang. Mungkin dia pernah mencetak hetrik juara umum lomba menyanyi tingkat kecamatan kali ya. Fantastis! Nah kelanjutannya ini yang ndak enak.
Lagu yang dinyanyikan awalnya adalah Main Hati - Andra & The Backbone. Ya ya boleh lah. Lagu selanjutnya ini yang bikin geli. Bukan lagunya yang bikin geli tapi bapaknya itu yang ndak nguatin.
Dengan suara lantang sekelas pemenang American Idol, bapak itu bersenandung mesra. Dengarlah matahariku suara tangisanku. Ku bersedih karena panah cinta menusuk jantungku…
Matahariku by Agnes Monica? Ya benar! Salahkah menyanyikan lagu itu? Ndak. Sama sekali tidak. Duh! *ngebayangin bapaknya pake gaun backless, nglesot-nglesot deket ayunan TK*
Musik adalah milik setiap orang. Hak penuh tiap insan menentukan mana musik pilihannya. Tapi plis, nyanyikan lagu yang tepat di waktu, tempat, dan kondisi yang tepat pula. Hidup Novel! ![]()
Jadi ada yang mau beliin baju Lebaran buat Ryan ndak? ![]()
6 comments ↓
saya imut-imut tapi suka musik metal. emang kenapa kalo saya imut? lho? hahahaha..
kita masih terlalu sering terjebak ‘kemasan’
Yup. Tertipu kemasan mungkin ya.
Aku juga pernah ngalamin pas di bis perjalanan jogja solo, seorang bapak dari sebuah instansi pemerintah yang berbadan tegap tinggi besar, tau2 matanya berkaca2 waktu ada pengamen nyanyi Ebiet G. Ade yang “Titip Rindu Buat Ayah”.
Dia kangen sama anak2nya.
Oow……..
[...] dunia awang-awang, tiap orang punya imajinasi sendiri-sendiri. Selalu saja tertipu dengan kemasan bungkus kado yang [...]
huhu haha!
wah iyae…jadi inget pas sma ada temen yang *maaf* tampangnya bloon musiknya slipknot..apa nggak gahar ntu…
Leave a Comment