Hey bow! Kemenong aja nek? Aih ganti deh tuh model alisnya. Udah gak tren alis ala KD. Lambreta bambang deh jij. Sekarang tuh ya semua rame-rame pake model alis ala Artalyta Suryani! :-*
—Oknum kapster salon X
ZAMAN sinetron Tersanjung dulu, ibu-ibu di tempat saya dihebohkan oleh tren busana yang oleh bahasa mereka disebut dengan daster Tersanjung. Tentu saja hal itu mengacu pada busana daster yang kerap dipakai oleh Lulu Tobing, sang pemeran utama.
Tak melulu soal busana, tren juga merembet ke dalam hal gaya bicara, rambut dan pernak-pernik yang melengkapinya.
Di sebuah ruas Jalan Solo Jogjakarta, saya bahkan pernah melihat baliho besar dari sebuah toko busana dengan nama busana yang mengundang mata: daster Cahaya, baju koko Ayat-Ayat Cinta dan sederet judul busana handal lainnya.
Pelaku bisnis memang harus kreatif, apa yang sedang digandrungi masyarakat, itulah yang akan menjadi sasaran empuk untuk meraup rupiah. Tentu tidak semua hal pas dan pantas di badan kita. Pilah-pilih sesuai kebutuhan, mana yang penting dan mana yang kurang penting.
Apakah celana Ahmad Dani termasuk penting? Tren? Ndak tahu juga.
Bahkan untuk sekadar membedakan mana celana ala Ahmad Dani dan mana yang bukan pun saya sama sekali ndak ngerti. ;))



aku tau kau juga pake tu daster tersanjung..
hehe.. makin gila aja orang-orang.. ketauan ahmad dani dicerai tu.
dolow pas ineke msh hot2nya pake krudung, sempet ad juga krudung ineke di toko baju muslim. *ngelirik doang sehh..*
denger2 ad krudung khumaira? ehek ehek…
btw, jaket changcuters kyk apa tho??
next…rok …ok zaskia mecca…hihihi…
Pingback: Berawal Dari Tengtop, Berakhir Pada Gaun Sandra Dewi « ferigunawan