
SERINGNYA antara kebutuhan dan kemampuan manusia itu tidak sejalan seirama. Berbanding terbalik. Dan rasanya kok ndak ada habis-habisnya. Padahal belum tentu kebutuhan itu benar-benar dibutuhkan. Demi gengsi katanya.
“Sudah to le, pake motor lama bapakmu itu juga masih bagus to?
“Wah simbok ini ndak gaul. Haree genee pake motor kayak gitu…Aku kan pengen kayak Baim Wong” *hweekkk*
Dan media bersama dunia bisnis mulai ngomporin dan manas-manasin. Yang sudah kurus disuruh jadi gemuk, yang gemuk dibikin kurus. Rambut panjang hitam dikatain kuno, maka lahirlah rambut jagung bosok.
Yang cuman bangga punya blog gratisan “dikomporin” buat beli domain + hosting sendiri. Biar kredibel katanya…*loh-loh apa ini :) *
Tentu yang ini konteksnya berbeda. Yang sudah punya rumah disuruh punya telepon rumah. Siapa suruh punya rumah? Siapa juga yang mau disuruh-suruh?
Ah Pak Dhe Telkom ini bisa aja!