Maaf Salah

BUKAN sebuah perkara yang mudah untuk sekedar mengucapakan “Ok itu salah saya dan saya minta maaf atas kejadian tersebut”

Dan tampaknya sulit juga untuk membalasnya dengan “Nggak papa kok, sudah aku maafin dari kemarin” Sementara itu di hati kita masih tersimpan 1 batang korek api yang siap menyulut dendam yang masih tertinggal.

Lebih mudah untuk mengatakan “Ini salah kamu, sudah saya bilang kan dari kemarin. Di mana kamu taroh kupingmu. Di dengkul ya!”

Dan sekali lagi lebih mudah untuk menjawabnya dengan “Lo pikir ini salah siapa. Kamu ini anak baru di sini. Dasar otak udang!”

Sangat sulit untuk mengakui bahwa kita salah dan sangat mudah untuk menyalahkan orang lain.

Maaf. Sembako hati yang lebih mahal dari sekilo gram beras *halah*

This entry was posted in Rumah Sakit Jiwa and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Maaf Salah

  1. Tausyiah275 says:

    numpang nyepam ;-)
    link

    >> semoga artikelnya bermanfaat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>