Dendam

DENDAM dan gendam. Sebenarnya tidak ada hubungan antara keduanya. Tapi orang yang dendam bisa saja memanfaatkan gendam untuk melampiaskan dendamnya terhadap seseorang.

Kenapa sampai bisa timbul dendam? Jawabannya bisa bermacam-macam, tergantung kualitas hati masing-masing orang.

Para politikus bisa saja “dendam” sehingga buru-buru melaporkan balik pihak yang melaporkannya dulu.

Saya dendam terhadap orang yang jarang nraktir saya, apalagi untuk sekedar berbagi pulsa setiap bulannya…heheh.

Saudaraku semuanya pun bisa mengalami hal serupa.

Apakah ada orang yang tidak dendaman? Wah saya harus belajar ke orang tersebut sepertinya. Dalam dunia dendam, seseorang bisa melakukan apa saja demi terlampiaskannya dendam tersebut. Toh timbulnya dendam juga karena pernah disakiti, dikata-katai dan di- lainnya.

Kalo nyontek sebuah cerita, melakukan perilaku atau perkataan yang membuat sakit hati orang lain itu ibaratnya menancapkan sebuah paku ke papan yang masih bersih dan baru. Semakin banyak membuat sakit hati orang lain, semakin banyak pula paku yang sampean tancapkan. Meskipun saudaraku semuanya telah meminta maaf dan mencabut paku satu demi satu dari papan tersebut, tetap saja masih meninggalkan lubang yang akan sulit untuk ditambal. Pada kondisi akut malah bisa menimbulkan apa yang kita sebut dengan dendam tadi.

Jadi siapakah dendam itu sebenarnya? Kenapa masih saja tumbuh subur? Gimana pula supaya kita tidak menjadi makhluk yang dendaman?

Ah saya masih dendam… :P

1 comment so far ↓

#1 fertobhades on 21.02.07 at 22:57

Dendam sama siapa mas ?

*jangan-jangan cinta ditolak dukun bertindak* :-) (halah…sok tau gw)

%%- hehe ndak kok, cuma dendam-dendaman…heheeh

Leave a Comment