“Sayang…sayang…” suami Malda tampak berusaha membangunkan isterinya
“Kamu nggak kenapa-kenapa kan?” rona kecemasan menggelayut di wajahnya.
“...Hhh” mata Malda memerah “Di mana aku?”
“Kamu mimpi sayang”
“..Hhhh” pucat, seketika keringat mengucur deras di pelipis wajah mulusnya.
03:07 pagi. Suasana masih sangat gelap. Hari itu cuaca begitu dingin, tidak sehangat sebelumnya. Sementara itu Malda mulai bisa menenangkan dirinya. Ia enggan untuk menceritakan apa isi mimpi tersebut kepada suaminya. Walau Malda benar-benar mencintainya, tapi malam ini terasa berat baginya untuk sekedar berbagi cerita.
“Tenang ya sayang, aku nggak bakal mungkin ninggalin kamu sendirian”
“Sayang…” desah Malda “Boleh aku tanya sesuatu kepadamu…?”
“Apa sayang, nggak biasanya kamu ngomong seperti ini”
“Kamu masih sayang kan sama aku…???”
“Mhhhhh…” membelai rambut Malda “Kamu ini ngomong apaan sih, jelas sampai kapan pun aku tetap akan mencintaimu, sampai kapan pun”
“Daaannn…” Malda mulai ragu “Dan kamu juga akan tetep sayang jika sesuatu terjadi padaku”
“Sayaangg…kamu mulai aneh deh”
“Sebenarnya…aku…” bibirnya tertutup, diam tak melanjutkan.
Bersambung…
Lihat Juga :
5 comments ↓
koq tmbh kreatif aj ya…tp koq fokusnya di malda aja sih. ingat lho yg lain kita pnya 4 tokoh plus suami mereka…
beda otak emg beda hasil jg ya..tp menarikkk…
iya nih.. pe-er buat yang laen!!
gara2 ku juga nih.. hehe
linda, gesa, ma karla lagi ngapain yah??
jangan sampe selingkuh loh ya
horey…aku dah selese ngelanjutin……
[...] ke… selingkuh 3 previous tale : selingkuh 1 next tale : selingkuh 3, selingkuh 4 , selingkuh 5 [...]
Leave a Comment