Archive for February, 2007

Beda Presiden Beda Lagunya

Monday, February 26th, 2007

PADA generasi Bung Karno, musik yang hingar-bingar aka musik ngak ngik ngok dilarang keras dan para musisi yang memainkannya dipenjara. Koes Bersaudara salah satu korbannya. Bang Rhoma pun ‘mempersembahkan’ lagu Haram nya buat masa tersebut “Kenapa semua yang enak-enak itu dilarang…”

Zaman Pak Harto beda lagi. “Pengalaman masa lampau mengajarkan bahwa kesulitan apa pun yang dihadapi, bangsa Indonesia melewatinya. Dengan bekal itu, kita percaya badai pasti berlalu…” *)dari Kompas. Sehingga lagu Badai Pasti Berlalu menjadi soundtrack periode ini, walau badai itu masih belum berlalu sampai sekarang.

Banyak kemajuan yang didapat dalam periode Pak Habibie. Bahkan kalo kata orang cenderung sangat maju alias kebablasan. Salah satunya adalah lepasnya Timor Timur dari NKRI. Tak lain dan tak bukan, lagu yang tepat untuk beliau adalah Hilang Permataku…“Hilang Permataku, hilang harapanku…yang kupupuk sejak dulu kala…”

Diam adalah emas. Diam adalah Megawati Soekarno Putri. Dan grup band Potret nggak mau diam untuk menyanyikan lagu Diam nya “Kau marah padaku, aku diam. Kau maki diriku, aku diam.” Diam, diam dan terus diaammm…

Gus Dur. Simpel, nggak mau neko-neko dan selalu dikelilingi guyonan yang bisa jadi bumerang bagi dirinya sendiri. Sehingga saat Pak Dhe Chrisye menyanyikan lagu Untukku “Walau ke ujung dunia pasti akan kunanti…Meski ke tujuh samudera pasti ku kan menunggu”, Gus Dur langsung menyahutnya dengan “Gitu aja kok repot!

Lupakan romantisme ala Pelangi Di Matamu nya Jamrud “Ada pelangi di senyummu yang membuat lidah ku gugup tak bergerak….” Walaupun intro awal lagu ini juga bisa dinyanyikan buat Pak Harto “Tiga Dua tahun. Aku berkuasa. Untuk siapa. Ya untuk keluarga, bukan rakyat jelata. Aku kaya raya” Periode SBY identik dengan banjir. Bukan monopoli air semata tapi juga berlaku buat bencana, korupsi, air mata dsb. Kira-kira lagu apa ya yang tepat buat periode ini ?

Iri Hati

Thursday, February 22nd, 2007

RUMPUT tetangga selalu lebih hijau. Itu kalo dilihat dari kejauhan, coba lebih dekat lagi. Yak, benar kan apa kata saya. Nggak jauh beda kok rumputnya, kita aja yang suka iri.

Masih nggak percaya. Sekarang coba liat lagi rumputnya. Sama-sama hijau kan? Jadi yang “lebih hijau” itu yang mananya ya?

Jangan-jangan rumput tetangga Anda sudah dikasih pewarna tekstil sehingga tampak lebih hijau?!

Ih! Cuma kosmetik belaka to.

Apa yang nampak (nya dari pacar Abang) di luar belum tentu menggambarkan apa yang di dalamnya.

Sekarang coba masuk ke dalam rumahnya. Perhatikan seisi ruangannya. Apakah ada yang begitu mengganggu Anda?

Dia punya tipi, Anda tidak. “Besok numpang nonton Rosalinda lagi yah…”

Dia punya mobil, Anda punya motor. “Eh, tetangga. Kemarin macet ya? Lain kali nebeng aku aja po?”

Selesai kan?

Jadi rumput tetangga siapa lagi yang lebih hijau dari rumput Anda sendiri? “Hey, jenis rumputnya apa sih?”

Maaf Salah

Thursday, February 22nd, 2007

BUKAN sebuah perkara yang mudah untuk sekedar mengucapakan “Ok itu salah saya dan saya minta maaf atas kejadian tersebut”

Dan tampaknya sulit juga untuk membalasnya dengan “Nggak papa kok, sudah aku maafin dari kemarin” Sementara itu di hati kita masih tersimpan 1 batang korek api yang siap menyulut dendam yang masih tertinggal.

Lebih mudah untuk mengatakan “Ini salah kamu, sudah saya bilang kan dari kemarin. Di mana kamu taroh kupingmu. Di dengkul ya!”

Dan sekali lagi lebih mudah untuk menjawabnya dengan “Lo pikir ini salah siapa. Kamu ini anak baru di sini. Dasar otak udang!”

Sangat sulit untuk mengakui bahwa kita salah dan sangat mudah untuk menyalahkan orang lain.

Maaf. Sembako hati yang lebih mahal dari sekilo gram beras *halah*

Sabar

Thursday, February 22nd, 2007

KESABARANNYA telah habis…

Apakah ada yang menjual kesabaran? Mau dong beli sekilo, lumayan buat stok saat kesabaran saya yang katanya tadi sudah habis.

Apa perlu mengantri juga ya untuk mendapat sekilo kesabaran? Ah saya rela deh jika harus mengantri lama.

Yang pasti saya tidak akan memakai joki kesabaran untuk membelikan sekilo kesabaran tadi. Saya nggak mau menimbun kesabaran terlalu banyak. Karena katanya kesabaran itu ada batasnya. Yakin?

Kesabarannya telah habis…

Siapa yang menghabiskan?

Dendam

Wednesday, February 21st, 2007

DENDAM dan gendam. Sebenarnya tidak ada hubungan antara keduanya. Tapi orang yang dendam bisa saja memanfaatkan gendam untuk melampiaskan dendamnya terhadap seseorang.

Kenapa sampai bisa timbul dendam? Jawabannya bisa bermacam-macam, tergantung kualitas hati masing-masing orang.

Para politikus bisa saja “dendam” sehingga buru-buru melaporkan balik pihak yang melaporkannya dulu.

Saya dendam terhadap orang yang jarang nraktir saya, apalagi untuk sekedar berbagi pulsa setiap bulannya…heheh.

Saudaraku semuanya pun bisa mengalami hal serupa.

Apakah ada orang yang tidak dendaman? Wah saya harus belajar ke orang tersebut sepertinya. Dalam dunia dendam, seseorang bisa melakukan apa saja demi terlampiaskannya dendam tersebut. Toh timbulnya dendam juga karena pernah disakiti, dikata-katai dan di- lainnya.

Kalo nyontek sebuah cerita, melakukan perilaku atau perkataan yang membuat sakit hati orang lain itu ibaratnya menancapkan sebuah paku ke papan yang masih bersih dan baru. Semakin banyak membuat sakit hati orang lain, semakin banyak pula paku yang sampean tancapkan. Meskipun saudaraku semuanya telah meminta maaf dan mencabut paku satu demi satu dari papan tersebut, tetap saja masih meninggalkan lubang yang akan sulit untuk ditambal. Pada kondisi akut malah bisa menimbulkan apa yang kita sebut dengan dendam tadi.

Jadi siapakah dendam itu sebenarnya? Kenapa masih saja tumbuh subur? Gimana pula supaya kita tidak menjadi makhluk yang dendaman?

Ah saya masih dendam… :P

Bersepeda Ria Di Hari Minggu

Monday, February 19th, 2007

Untuk yang kedua kalinya, saya dan temen-temen di kampung saya melakukan lawatan wisata ke beberapa obyek wisata di Jogjakarta. Sebenarnya sudah sering melakukan kegiatan tersebut, jadi kenapa saya bilang yang kedua kalinya karena baru dua kali ini dilakukan dengan memakai sarana transportasi sepeda. Kalo yang pertama dulu ke Gembira Loka *halah* nah yang kedua atau hari minggu kemarin ini tujuannya ke Taman Sari. Jarak yang cukup jauh dan suasana yang lumayan panas sukses membuat sengsara saya di hari pertama shio babi ini.

Ada beberapa hal yang menarik ketika kita menggunakan sarana transportasi sepeda kemarin ini. Diantaranya adalah:

  • Capek. Ya iya dengan jarak yang jauhhh, suasana terik dan laper, membuat perjalanan semakin berat dan menantang. Hhhh..hhhh...ntar ya masih capek nih.
  • Bisa liat kiri kanan sepanjang perjalanan dengan lebih leluasa dan lama. Hal tersebut mungkin tidak terjadi jika memakai kendaraan bermotor.
  • Yang paling nggak enak yaitu saat didahului oleh kendaraan besar seperti truk atau bis. Wesss…serasa mau disrempet!
  • Apalagi kalo ada makhluk nggemesin yang pake sepeda motor sedang mendahului kita. Serasa pengen ngejar, tapi apalah daya…
  • Nah kalo yang ini nggak tahu apakah polisi sudah maklum atau gimana. Yang jelas kemarin sempet melanggar lampu merah dan belok jalan sembarangan, padahal di depan saya ada polisi yang sedang nangkring di poskonya. Hihi…saya hampir kaget karena masih terbawa aura sepeda motor, tapi buru-buru saya tersadar karena ternyata saya adalah pemakai sepeda ontel biasa. Pak Polisi tampak diam, hehe…saya “bebas”!

Pergi lumayan panas, pulang apalagi. Pun sorenya saya tidak menyangka kalo bakal hujan deras. Di beberapa wilayah Jogja bahkan mengalami musibah angin puting beliung. Semoga para korban diberi kekuatan lahir batin untuk menghadapi musibah ini. Amin.

*) saat posting tulisan ini saya jadi malu karena karena ada kejadian menggelikan dimana saya gak bisa bedain mana hp mana mobil…hehehe *plaakk*

6 Blog Yang Hidup Segan Mati Pun Enggan

Thursday, February 15th, 2007

Pengertian Blog Hidup Segan Mati Pun Enggan adalah sebuah blog yang pada awalnya ngebet banget pengen dibikin, tapi seminggu…sebulan…dua bulan…tanpa ada sebuah pembaruan…hehe. Ciri kuat dari jenis blog tersebut antara lain : lebih dari 1 bulan tidak diupdate bahkan hampir tidak ada satu postingan pun, pemiliknya sampai lupa username dan passwordnya, isi blognya uhh…dsb.

Blog berikut saya kumpulkan dari blog yang ada di lingkungan saya saja, jadi kalo sampean punya blog dengan karakteristik tersebut, mari kita kumpulkan bareng… Daaannn…inilah 6 Blog Hidup Segan Mati Pun Enggan:

#6
Dede Kurniawan EPPT : Singkat pesen saya buat blog ini, “Aa Gym” dah punya isteri yang ketiga lagi lho Mas! Hehe…

#5
PSDA Kopma UII : Sebenarnya bidang ini mempunyai dua blog. Selain blog tersebut ada pula blog lain di layanan friendster. Kurang jelas juga kenapa blog ini tidak lagi diupdate seperti dulu. Halah! Dibagus-bagusin dong!

#4
Kopma UII : Masih satu saudara dengan blog di atas. Terakhir diupdate bercerita tentang Road Show ke organisasi lain. Mas 2007 mas…

#3
Persatuan Hati Membeku by Gonyen Sugonyen : Dear Nenek Gonyen, apakah nenek sudah terlalu tua untuk mengingat dulu pernah merengek-rengek untuk dibuatkan blog? Trus kenapa tidak diupdate Nek? Sebagai member, saya putuskan untuk keluar dari forum silaturahmi ini…kekekek

#2
Ardian Adi Putra : Hello Ardi Yan, si Kembang Mawar dari Riau! Di mana kamu sekarang Nak? Oh saya lupa. “Ardiyan is here”

#1
Ahdi Supriadianto : Just Be Your Self Ahdi ! Termasuk keputusanmu untuk tidak menampilkan satu patah katapun di halaman blogmu…