Bahasa Walikan

PERNAH mendapat umpatan dari orang dengan kata-kata pabu saciladh ? Dan kamu berpikir, “Ngomong apaan to orang ini..?” He contoh yang gak bener. Yah itulah yang disebut basa walikan. Sebuah bahasa khas Jogja yang diambil dari 20 jenis aksara Jawa. Masih banyak contoh kata-kata lain yang lebih halus dan sopan dari contoh umpatan di atas ;)

Kamu pasti mengenal kaos Dagadu Djogja. Pernah kepikiran apa sebenarnya arti dari kata Dagadu tersebut ? Atau mungkin pernah akrab dengan sapaan khas Jogja, piye kabare Dab! Bagi warga DIY bahasa walikan mungkin sudah begitu diakrabi dan bukan menjadi sesuatu yang baru lagi.

Nah bagi kamu yang mungkin pengen tahu juga bagaimana cara menggunakannya dan bagaimana rumus bahasa walikan ini, niii ada rumusnya kok…

Yang pertama kamu harus mengenal dulu ke-20 aksara Jawa yang ada, semuanya terdiri dari 4 baris yang berbeda.

Ha Na Ca Ra Ka …baris 1
Da Ta Sa Wa La …baris 2
Pa Dha Ja Ya Nya …baris 3
Ma Ga Ba Tha Nga …baris 4

Dalam konsep basa walikan, susunan tersebut di atas harus diwalik alias dibalik, diubah sehingga didapat susunan aksara yang baru. Rumusnya yaitu baris 1 = baris 3 dan baris 2 = baris 4.

Ha Na Ca Ra Ka …baris 1 sama dengan
Pa Dha Ja Ya Nya …baris 3
dan
Da Ta Sa Wa La …baris 2 sama dengan
Ma Ga Ba Tha Nga …baris 4

Sehingga didapati bahwa huruf Ha=Pa, Na=Dha, Da=Ma, Ta=Ga dan seterusnya / huruf atas=huruf dibawahnya dst. Nah sekarang tinggal menyusun kata yang hendak dijadikan basa walikan.

Misalnya saja kata yang cukup populer yaitu Mas. Kata tersebut terdiri dari aksara Ma dan Sa. Dari rumus tersebut didapati bahwa Ma=Da dan Sa=Ba sehingga bahasa walikan untuk Mas adalah Dab. Memang agak susah bila tidak begitu paham dengan bahasa Jawa dan sedikit pemahaman tentang aksara-aksara Jawa tersebut. Hehe tapi setidaknya kalo mau mencoba pasti bisa kok, setidaknya bisa tahu apa arti kata umpatan di atas..walah pagob ra sopan,gak papa ding jape methe to Dab?

Yo wis segindang dulu nek *walah*, ntar dimarahin saha sama pisu ku, ngabis2in muthig di warnet :)

Tags:

8 Responses to “Bahasa Walikan”

  1. halah…wis lali boso+tulisan Jowo..terlalu lama nongkrong di tanah Sunda, hihihi.. :p

  2. asree says:

    wah wah…bisa buka kursus dong bos? atao mau membuat dagadu tandingan? selain da…g dan d…er mungkin? ;)

  3. Feri Gunawan says:

    #1
    lah brarti orang jawa to sampeyan, tak kirain orang sunda je… :)

    #2
    biaya nya silakan hubungi saya :P

  4. helgeduelbek says:

    Lah nek gitu yo bukan bahasa walikan dab… mung dikonversi baris1 = baris3, baris2 = baris4. Itu hukumnya bolak-balik yah…?

  5. Feri Gunawan says:

    lha jenenge ngono e mas…po di gnti boso konversi wae po… ;)

  6. Anang says:

    ooo ngunu to ,,,

  7. padhie says:

    hire dab, rumuse ono sing salah. panyu asli djogdja je. duwit= muthig

  8. Feri Gunawan says:

    @padhie
    nuwun koreksinya :)

Leave a Reply