Bebas Bablas

KAPANKAH terakhir kali kamu ikut upacara bendera? Setahun yang lalu, dua tahun lalu atau baru beberapa bulan lalu. Atau kamu sudah lupa juga makanan seperti apakah upacara bendera itu. He he. Rutinitas tiap hari Senin itu mungkin sudah jarang atau tidak pernah kamu lakukan lagi.

Kata Bapak dan Ibu Guru waktu itu sih upacara itu sangat penting. Apalagi upacara saat peringatan hari besar nasional seperti Hari Pahlawan atau Hari Kemerdekaan RI. Kira-kira gini nih wejangan para pahlawan dengan penuh jasa itu (kasian juga dari dulu disebut pahlawan tanpa tanda jasa)

Jadi begini anak-anakku sekalian. Dulu kala para pahlawan dan pejuang Indonesia telah bersusah payah, berkorban jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa kita. Untuk itulah, kita sebagai generasi penerus bangsa ini, seharusnya bergotong royong, bahu-membahu mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif.

Peserta upacara mulai kepanasan dan sibuk dengan aktivitas masing-masing; termasuk gurunya.

Kita sebagai bangsa yang menghargai jasa para pahlawan, harus berupaya supaya kemerdekaan yang selama ini telah kita nikmati dapat bermanfaat sehingga bangsa ini semakin sejajar dengan bangsa lain di dunia ini.

Peserta upacara bosan.

Mari kita songsong masa depan yang lebih cerah dengan segenap daya dan upaya demi kejayaan Republik Indonesia. Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka !!!

Masih ingat dong dengan pola pidato seperti itu. Mmhhh jadi pengen ikut upacara lagi *sedikit berdusta*
Tapi bukan upacara bendera yang akan kita bahas, tapi lebih sempitnya makna dan arti kemerdekaan dan kebebasan di zaman yang bergelimang teknologi seperti saat ini.
*hubungannya dengan upacara apaan ya*
**ya dianggap aja berhubungan**
*ya nggak bisa gitu dong*

**ya terserah aku dong, bebas merdeka**
*#@$^Gh
*

Setelah saya ubleg-ubleg dan saya cari-cari dari berbagai sumber yang ada*bohong*, bebas sendiri mempunyai arti leluasa, tanpa tekanan dalam melakukan sesuatu dll. Sedangkan merdeka (hasil ubleg-ubleg juga, sumpe nggak bohong) mempunyai arti yang kurang lebih sama (loh piye to?). Nah dengan begitu kan jadi lebih enak kalo mau ngomongin topik ini. Sehingga ketika kamu mau memaknai apa arti bebas itu tidak akan salah lagi (masa’ sih?)

Memang kalo sekarang, kamu nggak perlu ngangkat bambu runcing lagi (kan udah ada senjata yang lebih canggih), atau menuliskan HIDOEP ATOE MATI di tembok-tembok (nulisnya sekarang HIDUP ATAU MATI >>sesuai EYD). Yang kamu perlu lakukan adalah bagaimana memanfaatkan kebebasan itu sehingga kamu menjadi manusia yang bebas melakukan kebebasan yang pastinya kebebasan yang bertanggung jawab.

Tiap orang pasti berbeda dalam mengartikan kebebasan. Ada satu tokoh *berfikir keras*, ee siapa ya*lupa*, itu lho yang…*garuk-garuk kepala*, yah pokonya itu*menyerah*, mengatakan kalo kebebasan itu adalah ketika seseorang bebas melakukan apapun tanpa tekanan dari manapun. Ya bebas bicara, mengeluarkan pendapat, bebas memperoleh pendidikan dan kebebasan lain yang menyangkut hak asasi manusia itu sendiri.*ada nggak sih tokoh yang ngomong seperti itu?*

Ada yang berpendapat kalo kebebasan adalah ketika dia tidak terikat aturan, bebas berbuat apa saja semaunya.

Yang lain bilang jika kebebasan adalah saat dia bisa menyelesaikan apa yang menjadi beban hidupnya selama ini.

Banyak juga artis luar yang merasakan kebebasan saat dirinya telanjang. Telanjang bulat.

Nah kalo di dunia weblog ini, kebebasan yang saya rasakan ya bebas menulis apa saja yang ada di kepala tanpa harus takut diedit-edit oleh pihak manapun. Bebas mengutarakan pendapat apapun, bebas menulis dengan tema seajaib mungkin dan bebas-bebas lainnya.

Pastinya bukan kebebasan yang kebablasan kan…

This entry was posted in Blablabla and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Bebas Bablas

  1. pras says:

    aku kok mikir bangsa ini belum “merdeka”…..
    gak usah urusan yang kompliketed; urusan mengisi perut saja masih menjadi masalah bagi banyak rakyat. huh!! :(

    btw, sampeyan merasa sudah merdeka belum ? heheh

  2. qzoners says:

    Bebas sih bebas, tapi selama kita masih hidup di alam dunia, kebebasan kitapun terbatas. Segalanya ada aturannya. Bahkan alam ini pun harus mematuhi aturan. :)

    Melanggar aturan sih memang enak, tapi dampaknya juga jauh lebih ndak enak..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>